Bencana dan Peran Kita

KOMPAS ‒ Hujan lebat disertai angin kencang melanda beberapa kawasan di Indonesia, dan ini masih akan berlangsung hingga pertengahan Desember. Cuaca memang sedang tak menentu. Badai tropis yang biasanya muncul

Pemimpin yang Tahu Diri

KOMPAS ‒ Keputusan Perdana Menteri Selandia Baru John Key untuk mengundurkan diri pada saat popularitasnya sangat tinggi pantas kita renungkan. Menurut berita yang tersiar dari Wellington, John Key (55), pemimpin

Memberi Salam Kemanusiaan

RMOL ‒ Memberi salam sangat di­anjurkan oleh semua agama. Bahkan, Islam mewajibkan menjawab salam. Memberi salam kepada warga non-muslim masih sering men­jadi hal yang kontroversi di dalam masyarakat. Kontro­versi itu

Menguji Kemandirian Hakim

KOMPAS ‒ Persidangan kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama digelar mulai 13 Desember 2016 di Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Majelis hakim yang bertugas mengadili telah dibentuk. Majelis

Angin Segar dari Austria

KOMPAS ‒ Hasil pemilu ulang di Austria membawa kelegaan dan juga harapan bahwa rakyat Eropa masih bisa melawan kebang- kitan gelombang kanan. Pemilu, Minggu (4/12), dimenangi Alexander Van der Bellen

Kebebasan Beribadah

RMOL ‒ Kebebasan beribadah salah satu bentuk hak asasi paling mendasar. Apapun agamanya, sebaiknya jan­gan pernah ada di antara kita menghalangi orang lain menjalankan praktik ibadahnya, selama tidak ada unsur

Raja Thailand Sosok Pemersatu

KOMPAS ‒ Apakah raja baru Thailand, Maha Vajiralongkorn Bodindra- debayavarangkun, akan seperti almarhum Raja Bhumibol Adul- yadej, menjadi pemersatu? Pertanyaan lain yang muncul adalah apakah kerajaan akan tetap membangun hubungan

Korupsi dan Politik Dinasti

KOMPAS ‒ Operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK dan Operasi Saber Pungli yang dicanangkan Presiden Joko Widodo ternyata belum memunculkan efek jera. Korupsi, suap, masih saja terjadi! Seperti diberitakan harian

Pertaruhan Nama Baik Suu Kyi

KOMPAS ‒ Kalau berita yang beredar beberapa hari terakhir ini benar, inilah noda hitam bagi tidak hanya negara, tetapi juga bangsa Myanmar. Inilah tragedi kemanusiaan. Menurut berita yang beredar, selama

Filosopi Bhinneka Tunggal Ika

RMOL ‒ Karya sastrawan Empu Tantular dalam kitab ‘Hutaso­ma’-nya menggores sebuah kalimat menarik: Bhinneka Tunggal Ika, tidak pernah membayangkan akan menja­di simbol pemersatu bangsa dan negara yang amat dah­syat. Istilah